Sabtu, 15 Maret 2014

Kimia Organik Vs Anorganik




    VS  
Kimia merupakan ilmu yang mempelajari reaksi suatu materi. Kimia sendiri dibagi lagi menjadi 2 sub besar berdasarkan lingkup pembelajarannya. Pertama, kimia Organik yaitu ilmu kimia yang mempelajari sifat dan reaksi unsur-unsur organik seperti karbon (C), hidrogen (H), dan beberapa unsur seperti nitrogen (N) dan fospor (P). Kedua, Kimia Anorganik yaitu ilmu kimia yang mempelajari sifat dan reaksi unsur-unsur Anorganik seperti unsur logam.



Kimia Organik lebih cenderung membahas prilaku unsur hidrokarbon (C-H) dan turunannya mulai sifat, struktur senyawa,  reaksi hingga sintesisnya. Untuk mempermudah proses pemahaman tentang unsur hidrokarbon maka dibagi dalam 3 jenis yaitu alifatik, alisiklik, dan aromatik. Sedangkan senyawa alifatik dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu jenuh dan tidak jenuh. Alifatik jenuh meliputi HC alkana sedangkan tidak jenuh meliputi HC alkena dan Alkuna.

 
Sedangkan kimia Anorganik merupakan bidang ilmu kimia yang mempelajari semua sifat, struktur, reaksi senyawa kimia selain yang dijelaskan di dalam kimia organik. Kimia anorganik memiliki lingkup yang lebih luas daripada kimia organik mulai dari unsur-unsur kimia hingga energi reaksi yang terlibat. Kimia anorganik membahas berbagi lingkup pengetahuan yaitu kimia analitik, elktrokimia, reaksi asam basa dan juga kimia kordinasi yang membahas senyawa kompleks.
 a. Reaksi asam basa




b. Senyawa EDTA.




Kedua didang ilmu kimia tersebut sering kali berkaitan satu dengan yang lainnya, hal ini disebabkan setiap ilmu tidak akan bisa berdiri sendiri dalam memecahkan suatu masalah. Maka dari itu perlu untuk menjadi seorang kimiawan yang diperlukan adalah memahami kedua bidang ilmu tersebut. Untuk lebih detailnya akan saya bahas di artikel lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar