Rabu, 26 Maret 2014

Pembuatan Tawas ( AlK(S04)2.12H2O ) di Laboratorium.

http://batikjogja.or.id/userfiles/images/product/jooumnv9ny0tawas.jpg   

Senyawa Aluminium (Al)


Aluminium, Al merupakan anggota golongan IIIA berada dialam sebadai aluminosilikat dikerak bumi dan lebih melimpah daripada besi. Mineral aluminium yang paling penting dalam metalrugi adalah bauksit AlOx(OH)3-2x (0<x<1). Walaupun Al adalah logam mulia yang mahal diabad ke-19 harganya jatuh bebas setelah
dapat diproduksi dengan jumlah besar elektrolisis alumina, Al2O3 yang telah dilelehkan dalam krolit Na3AlF6. namun karena produksinya memerlukan sejumlah besar energi listrik, metalurgi aluminium hanya di Negara dengan harga energi listrik yang rendah. Sifat aluminium dikenal dengan baik dan aluminium banyak digunakan dalam keseharian, misalnya untuk koin, panic dan kusein. Logam aluminium digunakan dengan kemurnian lebih dari 99% dan logam atau paduannya (missal : duralium) banyak digunakan (saito, 1996: 112).
Aluminium dibuat dalam skala besar dari bauksit Al2O3.nH2O (n=1-3). Ia dimurnikan dengan pelarutan dalam NaOH akua dan diendapkan ulang sebagai Al(OH)3 dengan mengunakan CO2. hasil dehidrasi dilarulkan dalam lelehan kriolit dan lelehannya pada suhu 800-1000oC di elektrolisis mesti sangat elektropositif, ia bagaimanapun juga tahan terhadap korosi karena lapisan oksidanya yang kuat dan liat yang terbentuk pada permukaannya. Aluminium larut dalam asam encer, tetapi dipasifkan oleh HNO3Pekat. Logamnya dapt bereaksi dengan NaOH panas, Halogen dan berbagai non logam (Cotton, 1989: 288).
Senyawa tawas merupakan senyawa Al yang memiliki rumus molekul AlK(SO4)2.12 H2O. Senyawa ini dapat dijumpai dengan mudah di pasaran, bermanfaat dalam proses penjernihan air dan industri pencelupan atau pewarnan. Aluminium sulfat dapat juga dipakai sebagai bahan pemadam kebakaran tipe busa jika dicampur dengan soda NaHCO3. dalam proses penjernihan air, biasanya tawas dicampur dengan air kapur Ca(OH)2 dan persamaan reaksi yang terjadi adalah :
Al3+(aq)  +  SO42-(aq)  +  Ca2+(aq)  +  3OH-(aq)    Al(OH)3 (s)  +  CaSO4 (s)
Produk reaksi berupa glatin yang mampu menyerap kotoran dan zarah bakteri untuk dibawa mengendap kedasr tempat air sehingga diperoleh air yang jernih (Sugiarto, 2003: 4.4-4.5)
Kekeruhan air dapat dihilangkan dengan penambahan zat kimia yang disebut koagulan. Pada umumnya bahan seperti tawas (AlK(SO4)2), fero sulfat, polialmunium klorida (PAC) dan poli elektrolit organic dapat digunaka sebagai koagulan (Alerts, 1984: 31)
Senyawa Al2(SO4)3 atau tawas digunakan untuk menjernihkan air. Aluminium sulfat ini dengan kapu membentuk endapan glatin Al(OH)3. Senyawa ini dibuat dengan mereaksikan bauksit dengan asam sulfat dengan reaksi sebagai berikut :
            Al2O3 (s)  +  3H2SO4 (g)    Al2(SO4)3 (aq)  H2O (l)
Dan bila mengkristal menjadi Al2(SO4)3.18H2O (Syukri, 1999: 631).
 

Prosedur Pembuatan Tawas.
 
 Persamaan Reaksi Pembuatan Tawas
 
 

Sources :
Alaerts, G dan santika, S.S. 1984. Metode Penelitian Air. Surabaya: Usaha Nasional.
Cotton, F. Alberts dan Geoffrey Wilkinson. 1989. kimia Anorganik. Jakarta : UI-Press.
Saito, Taro. 1996.  Kimia Anorganik. Tokyo: Iwanami publisher.
Sugiarto, Kristian. 2003. Dasar-dasar Kimia Anorganik logam. Yogyakarta: UNY-Press.
Syukri. 1999. Kimia Dasar 3. Bandung: ITB-Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar